Mari terapkan kembali "Budi Pekerti & Kearifan Lokal" - warisan prilaku Nenek Moyang Berbudi Luhur (CH)

Poin Penting

Rabu, 16 Mei 2012

Melepas Stres di Kerindangan Curug Nangka

Senin, 12 Maret 2012 - 11:05 wib
Marieska Harya Virdhani - Okezone
Pintu masuk Curug Nangka (Foto: Marieska/okezone)
Pintu masuk Curug Nangka (Foto: Marieska/okezone)
KAWASAN Puncak selalu saja menjadi primadona dan tujuan wisata di Bogor, Jawa Barat, setiap liburan atau akhir pekan. Di tengah kondisi Puncak yang semakin padat, tak ada salahnya Anda berkunjung ke kawasan wisata air terjun Curug Nangka.

Curug Nangka adalah sebuah kawasan wisata air terjun yang terletak di Desa Warung Loa, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sejak 2003, Curug Nangka masuk dalam wilayah konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Sebab, Curug Nangka memang persis berada di kaki Gunung Salak.

Saat masuk wilayah Ciapus, Kabupaten Bogor, yang berjarak lebih dari 20 kilometer dari Kota Bogor, udara yang sejuk serta pemandangan alam nan indah membuat kita serasa tak ingin pulang ke rumah. Sebuah permata alam yang mahal dan tak lagi ditemukan di perkotaan, apalagi Ibu Kota Jakarta.

Curug berarti air terjun. Betul saja, daya tarik utama Wana Wisata Curug Nangka adalah air terjun yang memiliki ketinggian antara 10 meter sampai 20 meter. Jika ditempuh dengan sepeda motor, dari Stasiun Bogor menuju Curug Nangka memakan waktu 45 menit. Namun, banyak pula kendaraan berplat nomor Ibu Kota Jakarta yang berkunjung ke Curug Nangka.

Dari mulai berkemah, bergaya di depan kamera, atau hanya menikmati pemandangan alam, hingga mandi di air terjun bisa dilakukan di Curug Nangka. Dikelilingi puluhan ribu pohon pinus supertinggi, Curug Nangka semakin eksotis dan romantis apalagi untuk para pasangan kekasih.

Petugas Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Wawan Wahyudi, mengatakan bahwa para pengunjung setiap tahunnya semakin meningkat. Pengunjung yang kebanyakan dari Jabodetabek rata-rata sudah mulai mengenal keindahan Curug Nangka dari mulut ke mulut.

“Meningkat tahun ke tahun, per bulan rata-rata ada empat ribu pengunjung dari tiket yang terjual, apalagi kalau Hari Raya Lebaran bisa sampai 10 ribu pengunjung; banyak keluarga, ada juga mahasiswa, anak sekolah, dan pasangan muda-mudi. Curug Nangka bisa menjadi alternatif liburan di Bogor selain ke Puncak atau ke Kebun Raya,” tutur Wawan kepada okezone, Minggu (11/03/2012).

Namun Wawan menegaskan, pihaknya tidak pernah menargetkan agar pengunjung datang dalam jumlah banyak. Sebab, Curug Nangka sejatinya merupakan kawasan konservasi alam yang harus terus dipelihara. Pengunjung tak boleh membuang sampah. Vila pun tak boleh dibangun di kawasan tersebut. Warung-warung makan untuk tempat beristirahat hanya dibuat semipermanen.

“Ini kawasan konservasi, kalau kebanyakan pengunjung juga kita repot banyak yang buang sampah, vila juga adanya di luar kawasan ini karena kawasan konservasi jadi di sini sering juga dipakai untuk penelitian mahasiswa,” paparnya.

Bahkan di kawasan inti hutan di atas Curug Nangka, masih bisa ditemukan macan tutul. Tentu saja hewan lainnya bisa dijumpai, seperti hewan melata dan monyet. Salah satu mahasiswa asal Jakarta Selatan, Dodi, menuturkan setiap kali liburan semester, ia bersama teman-teman selalu mengunjungi Curug Nangka.

“Malah di kampus kami ada Komunitas Curug Nangka namanya, jadi tiap habis ujian kami ke sini untuk hilangkan stres, suntuk, kalau di sini kan pemandangannya bagus, udaranya segar, bisa mandi di air terjun juga, jalan kaki juga sehat,” tuturnya.

Untuk masuk ke Curug Nangka, Anda hanya perlu merogoh kocek Rp7.500 per orang. Namun, harga tiket berbeda jika Anda membawa kendaraan. Kondisi jalan menuju Curug Nangka cukup bagus dan dapat dilalui kendaraan roda empat. Jadi, tunggu apalagi, Wana Wisata Curug Nangka sudah menanti Anda.
(ftr)
Sumber : http://travel.okezone.com/read/2012/03/12/408/591319/melepas-stres-di-kerindangan-curug-nangka